Diposting oleh : user 1
Kategori: Olahraga - Dibaca: 2 kali
MEDAN: Pembinaan olahraga secara tradisional harus segera ditinggalkan dan selalu berupaya mengedepankan pendekatan secara Ilmu dan Teknologi (Iptek) dalam semua aspek pembinaan olahraga dan sekaligus mencari terobosan-terobosan sebagai pendukung jalannya roda pembinaan olahraga di Kota Medan.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Medan Drs Zulhifzi Lubis atau bisa disapa “Opunk” saat membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembinaan KONI Kabupaten/Kota tahun 2012 di Ruang Rapat KONI Kota Medan, Selasa (4/12).
Lebihlanjut disebutkannya, Pengurus Cabang (Pengcab) Olahraga Kota Medan sebagai pelaksana teknis yang merupakan ujung tombak pembinaan olahraga agar lebih didorong peranannya dalam pemanduan bakat dan pembinaan atlet secara optimal, demikian juga KONI Kecamatan yang mengkoordinasikan di kecamatan, perlu lebih meningkatkannya peranannya terhadap pembinaan olahraga di kecamatan masing-masing.
“Dengan segala upaya yang dimiliki Pengurus KONI Kota Medan, Program Kerja KONI Medan masa bakti 2012-2016 akan diorientasikan untuk cabang olahraga sebagai subjek pembinaan teknis, dan KONI Medan berperan sebagai fasilitator,” ujarnya.
Diungkapkannya, dalam program kerja KONI Kota Medan masa bakti 2012-2016 akan diorientasikan pada kesinambungan Program Pembinaan Intensif (PPI). Untuk itu perlu peningkatan SDM, khususnya atlet-atlet yang mengikuti PPI diharapkan mampu menyumbangkan medali emas di PON XIX/2016.
Bintek tersebut mendatangkan pembicara dari Dispora Kota Medan, dalam hal ini Kadispora Medan yang diwakili Sekretaris Dispora Medan Drs Riza Zulfi yang sangat merespon apa yang dilakukan KONI Medan dengan menggelar Bintek seperti ini.
Riza Zullfi menuturkan, dalam kegiatan ini tentunya berkaitan dengan Undang-undang keolahragaan Nasional, bawha Pemerintah ataupun pemerintah Kabupaten/Kota wajib melakukan pembinaan terhadap majunya olahraga disetiap wilayah NKRI. Oleh karena itu, disetiap Dispora yang ada di seluruh daerah harus memperhatikan pembinaan atlet, melalui perpanjang tangan yakni KONI Kabupaten/Kota.
Tidak hanya itu saja, pemerintah ataupun pemerintah kabupaten/kota juga diwajibkan untuk memikirkan sarana dan prasarana olahraga yang memadai. Dalam hal ini, Pemko Medan sebut Riza Zulfi, telah memikirkan hal tersebut, dengan membuat rencana untuk membangun sport cebtre yang ada di kota nomor tiga terbesar di Indonesia.
" Hal itu tentunya Pemko Medan tidaklah bekerja sendiri, namun perlu adanya faktor pendukung dari berbagai elemen seperti pangurus olahraga, pihak swastsa dan masyarakat sendiri. Oleh sebab itu, seluruh program pemerintah kota untuk mewujudkan keinginan tersebut bisa tercapai. Apalagai sekarang ini kita telah minim sarana olahraga," sebut Riza. (arm)
0 Komentar :
Isi Komentar :
|